tanpa judul
seorang teman memposting cover sebuah novel dan yang mengejutkan nama dari si penulis adalah teman satu angkatan saat sekolah MA (madrasah aliyah) dulu. dan tak banyak yang ku tahu dari "si penulis debut pertama itu " (kita sebut aja seperti itu) mungkin faktor aku yang tak tahu atau dia yang orang muncul eksis (hehe..).
yang membuat menarik adalah tidak ada tanda-tanda ia penyuka dunia tulis menulis, karena dulu banyak banget kegiatan yang berbau-bau karang mengarang (drama, puisi,lomba karya tulis dan lainnya) dan para orang-orang yang tertarik dengan dunia ini mereka muncul semua menjadi magnet bagi yang melihat. bahkan aku tahu beberapa dari mereka penggiat blogger, menulis berbagai tema. isinya pun menarik, pintar merangkai "puzzel" kalimat menjadi paragraf yang cantik dan bermakna. namun satupun dari mereka belum ada yang menerbitkan buku. nah ini, si penulis debut pertama membuat kejutan tak terduga. saya kira bukan cuma saya yang terkejut .
namun terlepas dari semua, perlu kita apresiasi sebesar-besarnya. pekerjaan menulis bukan perkara mudah. seorang artis dan mahasiswa s2 lulusan UI dia sastro pernah mengatakan bahwa " menulis harus dimulai dengan membaca, menulis 1 paragraf adalah hasil dari beberapa buku yang entah dimaknai dari sudut mana" salah satu percakapan wawancara di salah satu stasiun televisi. menyambung percakapan itu, sebelumnya ada ketertarikan besar masyarakat pada puisi dikarenakan sukses besar film AADC pada tahun 2000-an yang memang film tersebut berbau sastra dan banyak dialognya berbau sastra khususnya puisi. maka saat itu banyaknya diadakan lomba puisi antar sekolah di berbagai jenjang.
terlepas dari flm ini, dan menyinggung pendapat dian sastro masalah membaca, saya akan sedikit berpendapat. bahwa membaca bukan saja masalah membaca buku-buku atau apapun yang tersusun dari huruf-huruf, namun membaca alam menjadi lebih penting dari sekedar membaca buku. membaca alam tidak hanya membutuhkan akal namun hati ikut berpengaruh. hati meng-ekstrak informasi alam menjadi sebuah informasi yang tidak semua orang bisa menangkap informasi tersebut. bahkan bagi orang yang membaca alam satu dan yang lainnya mempunyai terjemahan yang berbeda-beda (multitafsir). maka terjemahan yang ditangkap pun kental sekali akan subjektifitasnya, bagi orang yang menggemari musik alam akan diterjemahkan sebagai wahyu-wahyu musik yang harus diterjemahkan sedangkan bagi filsuf alam adalah perantara ia dengan dirinya. alam yang dimaksud disini lebih kepada apa yang ditangkap panca indra adalah alam. sedangkan alam menurut buku-buku adalah segala sesuatu selain tuhan.
kembali kepada pembahasan alam mengenai si penulis debut pertama ini, bahwa apa yang telah ia lakukan ini adalah hasil dari kerja keras tahap demi tahap. saya tahu betul menyusun huruf per huruf tidaklah mudah, apalagi menjadi buku. pasti ia menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam membuatnya.
menerbitkan buku adalah akibat dari usaha menulis yang terus menerus dan konsisten.
semua butuh cerita latar , before after istilahnya. contoh saja, raditya dika mengapa ia menjadi penulis, sutradara, produser karena ia sejak kecil suka mengarang, bahkan saat sd membagi-bagikan hasil tulisannya kepada teman-temannya. saat menjadi mahasiswa pun ia aktif menulis apapun di blog pribadinya yang kemudian menjadi novel pertamanya. "kambing jantan".
jujur saja hal ini menyentuh saraf dasar saya, dan pertanyaan yang bermunculan di otak saya... mempertanyakan kapan mengejar impian yang satu ini. mempertanyakan usaha yang dilakukan ..
saya harap banyak yang akan menyusui jejak si penulis debut pertama tersebut. agaknya seperti yang dikatakan filsuf" aku menulis maka aku ada". pepatah mengatakan " gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama" dan untuk meninggalkan nama yang pantas di enang ia harus menghasilkan karya.
sabtu 9416, ditemani derunya mesin jahit tetangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar