Jumat, 27 Januari 2017



27/01/17
Beberapa hari gw memutuskan untuk membeli alat perekam suara via online yang sebelumnya gw udah cari  kemana-mana tapi gk ada yang jual. Cari ke toko2 elektronik yang katanya lengkap pas nanya ternyata gk ada dan gw dikira makhluk aneh yang mencari barang jadoel. Kira2 begini hal yang terjadi d TKP
“ cari apa mbak?” mas-mas pelayan tersenyum ramah di seberang
“mas ada voice recording gk?”
“alat apa itu ya mbak?” mungkin mas-masnya kagak ngerti bahasa begituan ahirnya aku mentranslate
“ alat perekam suara mas”
Mas-mas penjual ber oh ria dan jawabannya...
“ mba ngapain susah-susah.. mending rekam pake hape aja, jaman sekarang mah udah gk pada pake itu mbak”
Dia pikir yang gw maksud mungkin alat yg dulunya bernama walkmen kali yak.. segede batu bata gitu dan pakenya kaset gulungan. Ya ampun lu kira jaman apan pake begituan. Oke ahirnya gw nyerah dan men-search aplikasi jual beli onle yang hasil mencariannya mencapai puluhan berbagai model alat voice recorder.. dan ahirnya gw beli di aplikasi yang katanya tanpa onkir itu “shoope”  dengan harga 166 rb. Trus gw liat ternyata bikinanom-om mata sipit di negri angpao-angpaoan. Trus temen gw bilang “wiiiih barang impor nih ye”
Gw jawab santai “ ya elaah kita serutan pencil aja made in mata sipit apa lagi yang begituan”  
Adik kelas gw nangepin “ mbak gk cinta ploduk-ploduk indonesia donk” gaya ngomong nya niruin yang iklan di TV suruh cinta produk indonesia yang ngomong mata sipit.  Dan barang nyampe sekitar seminggu lebih. Trus pas di pake puas juga sih. Tapi masalah selanjutnya adalah gw rasa memang dalam acara rekam merekam harus berkonsep deh gak asal ngecebres. Apalagi sekarang situasinya gk mendukung buat gw crewet kaya dulu. Ya sudahlah mungkin gw emang harus rajin2 menulis lagi.

Sabtu, 09 April 2016


baru-baru ini aku, aku menonton sebuah drama korea berjudul http://dewanonton.com/twenty-again-s01e16/. bercerita tentang suami istri akan bercerai. istri (38 tahun). menganggap suami dan anaknya adalah alam semesta baginya. tidak bisa hidup dengan mereka. dunianya selama ini hanya mengurus rumah, suami dan anaknya. ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dan apa yang akan ia kerjakan jika sudah tak bersuami lagi. suami mengajukan perceraian dengan alasan mereka (suami istri) tidak bisa berkomunikasi dengan baik. karena suami berpendidikan tinggi dan berprofesi sebagai dosen sedangkan istri hanya lulusan SMA ia sempat berkuliah sampai tahaun pertama kemudian keluar meninggalkan bangku perkuliahan demi mengikuti suami yang belajar di jerman. saat itu ia masih terlalu muda umur 18 tahun, meninggalkan neneknya (satu-satunya keluarganya yang tersisa). menjadi ibu rumah tangga di umur 19 tidaklah mudah ia tidak pernah merasakan masa muda seperti apa yang ia tahu hanya masalah dapur  dan seputar mengurus keluarga. menjadi tokoh pasif di dalam keluarga. dan ia bertekad membatalkan perceraian itu dengan cara menyamakan kedudukan dengan suami, karena yang menjadi alasan suami adalah sulitnya berkomunikasi ( gak nyambung) maka ia memutuskan untuk masuk kuliah di umur 38 tahun. anggapan ini seperti halnya dalam agama saya  yang menyuruh kita untuk menikah dengan orang yang sekufu. menghindari hal-hal yang kiranya menyulut perdebatan. "bersama harus sama" karna tidak ada manusia yang sempurna maka boleh lah.. kita menggunakan itulah "bersama hampir sama". kembali ke film tersebut jujur yang membuat menarik adalah sisi ia yang merasa tak berguna saat orang yang di dekatnya sudah tak membutuhkannya. ini menggambarkan bahwa ia selama ini hanya anggrek yang bersandar di pohon memperindah pohon. dan kemudian mati saat ia tak bersandar di pohon tersebut. saking bergantungnya anggrek pada pohon ia tidak sadar bahwa ia sebenarnya lebih indah dari si pohon. ini menyadarkan kita bahwa bergantung pada orang lain justru melemahkan diri sendiri, lupa akan potensi yang dimiliki, kalo dalam drama ini, si wanita yang dulunya penari dan ingin menjadi penari hebat. lupa bahwa ia punya mimpi, punya kemampuan. karena baginya saat menikah semua hilang begitu saja, mimpi suaminya adalah mimpinya harapan anaknya adalah harapannya. 

menjadi wanita mandiri yang tak selalu bergantung pada laki-laki, menjadi wanita tegar yang tak mudah meneteskan air mata, mampu mengatasi masalah adalah salah satu transformasi peran wanita-wanita modern. wanita yang mampu berdikari (berdiri di kaki sendiri). 

ini yang disebut emansipasi wanita, wanita bukan saja sebagai pengikut tapi diposisikan sebagai partner. adanya keseimbangan hak dan kewajiban dari kedua belah pihak. namun tidak menghilangkan unsur-unsur peran di dalamnya.

Jumat, 08 April 2016

tanpa judul


seorang teman memposting cover sebuah novel dan yang mengejutkan nama dari si penulis adalah teman satu angkatan saat sekolah MA (madrasah aliyah) dulu. dan tak banyak yang ku tahu dari "si penulis debut pertama itu " (kita sebut aja seperti itu) mungkin faktor aku yang tak tahu atau dia yang orang muncul eksis (hehe..). 

yang membuat menarik adalah tidak ada tanda-tanda ia penyuka dunia tulis menulis, karena dulu banyak banget kegiatan yang berbau-bau karang mengarang (drama, puisi,lomba karya tulis dan lainnya) dan para orang-orang yang tertarik dengan dunia ini mereka muncul semua menjadi magnet bagi yang melihat. bahkan aku tahu beberapa dari mereka penggiat blogger, menulis berbagai tema. isinya pun menarik, pintar merangkai "puzzel" kalimat menjadi paragraf yang cantik dan bermakna. namun satupun dari mereka belum ada yang menerbitkan buku. nah ini, si penulis debut pertama membuat kejutan tak terduga. saya kira bukan cuma saya yang terkejut .

namun terlepas dari semua, perlu kita apresiasi sebesar-besarnya. pekerjaan menulis bukan perkara mudah. seorang artis dan mahasiswa s2 lulusan UI dia sastro pernah mengatakan bahwa " menulis harus dimulai dengan membaca, menulis 1 paragraf adalah hasil dari beberapa buku yang entah dimaknai dari sudut mana" salah satu percakapan wawancara di salah satu stasiun televisi. menyambung percakapan itu, sebelumnya ada ketertarikan besar masyarakat pada puisi dikarenakan sukses besar film AADC pada tahun 2000-an yang memang film tersebut berbau sastra dan banyak dialognya berbau sastra khususnya puisi. maka saat itu banyaknya diadakan lomba puisi antar sekolah di berbagai jenjang. 

terlepas dari flm ini, dan menyinggung pendapat dian sastro masalah membaca, saya akan sedikit berpendapat. bahwa membaca bukan saja masalah membaca buku-buku atau apapun yang tersusun dari huruf-huruf, namun membaca alam menjadi lebih penting dari sekedar membaca buku. membaca alam tidak hanya membutuhkan akal namun hati ikut berpengaruh. hati meng-ekstrak informasi alam menjadi sebuah informasi yang tidak semua orang bisa menangkap informasi tersebut. bahkan bagi orang yang membaca alam satu dan yang lainnya mempunyai terjemahan yang berbeda-beda (multitafsir). maka terjemahan yang ditangkap pun kental sekali akan subjektifitasnya, bagi orang yang menggemari musik alam akan diterjemahkan sebagai wahyu-wahyu musik yang harus diterjemahkan sedangkan bagi filsuf alam adalah perantara ia dengan dirinya. alam yang dimaksud disini lebih kepada apa yang ditangkap panca indra adalah alam. sedangkan alam menurut buku-buku adalah segala sesuatu selain tuhan. 

kembali kepada pembahasan alam mengenai si penulis debut pertama ini, bahwa apa yang telah ia lakukan ini adalah hasil dari kerja keras tahap demi tahap. saya tahu betul menyusun huruf per huruf tidaklah mudah, apalagi menjadi buku. pasti ia menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam membuatnya.
menerbitkan buku adalah akibat dari usaha menulis yang terus menerus dan konsisten. 
semua butuh cerita latar , before after istilahnya. contoh saja, raditya dika mengapa ia menjadi penulis, sutradara, produser karena ia sejak kecil suka mengarang, bahkan saat sd membagi-bagikan hasil tulisannya kepada teman-temannya. saat menjadi mahasiswa pun ia aktif menulis apapun di blog pribadinya yang kemudian menjadi novel pertamanya. "kambing jantan". 

jujur saja hal ini menyentuh saraf dasar saya, dan pertanyaan yang bermunculan di otak saya... mempertanyakan kapan mengejar impian yang satu ini. mempertanyakan usaha yang dilakukan ..
saya harap banyak yang akan menyusui jejak si penulis debut pertama tersebut. agaknya seperti yang dikatakan filsuf" aku menulis maka aku ada". pepatah mengatakan " gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama" dan untuk meninggalkan nama yang pantas di enang ia harus menghasilkan karya.

               sabtu 9416, ditemani derunya mesin jahit tetangga

Kamis, 07 April 2016


ultah  sarana silaturahmi 

hari ini aku ulang tahun., ke 23.
ulang tahun di perantauan lebih mengesakan dari pada di rumah sendiri. dirumah hanya sibuk urusan ala rumah-rumah yang tak kunjung selesai. di tambah lagi dengan aku masih merupakan prodak orde baru otomatis tradisi mengucap ulang tahun  atau sebgainya masih menjadi hal tabu.
ini kali ke 2 aku ulang tahun di kota batik pekalongan. sebelumnya ulang tahun di daerah dingin pegunungan yang setiap tahunnya selalu ada kejutan dari teman terdekat.

kita beralih sebentar dari ultahku,
setelah kita perhatikan ulang tahun menjadi ajang topik pembuka pembicaraan antar sahabat yang jarang berkomunikasi, menjadi penyambung pembicaraan bagi orang-orang yang berjauhan kemudian saat ada momen salah satu dari mereka ulang tahun, serbuan kalimat ucapan selamat membanjiri, lalu doa-doa mengalun lembut pengharapan si ultah mejadi manusia terbaik dengan akhlak terbaik, dengan berbagai macam versi doa yang intinya hampir sama.

bagi orang yang pernah menjadi bagian kisah hidupnya, kemudian terpaksa berpisah karena keadaaan dan pilihan apalagi hal ini sering terjadi dalam dunia pertemanan, maka momen ulang tahun mejadi sarana penyambung. seperti halnya saya. hidup berganti-ganti tempat. lalu pindah kemudian pindah lagi. membuat aku sedikitnya punya beberapa jaringan pertemanan  dari mana-mana. momen ulang tahun banyak dibanjiri teman-teman yang jarang berkomunikasi kemudian muncul dengan urutan pembicaraan seperti ini,,:" bas.. HBD yaak... moga bla bla bla bla.... sekarang sibuk apaaja.... trus ngobrolin nostalgia.. eh si anu sekarang bla bla bla.." seharian itu kita ngobrolin macem-macem. habis itu.... blaaas gk ada kabar lagi sampai tahun berikutnya. saya jamin banyak dari temen2 yang merasakan hal sama.

itulah mengapa di atas saya beri judul dengan ultah sarana silaturahmi. seperti halnya hadist nabi bahwa orang yang banyak menyambung tali silaturahmi ia akan memperbanyak rizkinya (makna rizki berarti luas).

sepertinya penemu atau penggagas ulang tahun ini menyadari bahwa suatu saat manusia akan mempunyai banyak jaringan pertemanan yang akan terus berpindah, melebar, melompat, bergabung dan lain sebagainya. dan kedekatan di bangun dengan komunikasi yang baik. bagi orang-orang yang mempnyai banyak lingkaran kehidupan ia akan kesulitan berkomunikasi dengan semua tanpa ada maksud dan tujuan. mau tidak mau ia akan banyak meninggalkan satu persatu link percakpan dan emudia luntur begitu saja saat ia maki melebarkan jaringannya. nah di sini ulang tahun menjadi momemn layaknya lebaran bagi umat muslim untuk menyapa, mendoakan dan mengingatkan. manusia semakin banyak umur yang di titipkan tuhan padanyapun diharapkan ia aka semakin ingat dengan tuhannya dan orang-ornag yang mendoakannya.

Selasa, 15 Maret 2016

 merindukanmu.... "rindu"
menggelitik di malam-malam yang dingin ..sepi
membangunkan yang terlelapseperti angin
merayu siapa saja
   aku merindumu di balik tirai-tirai langit
aku merindumu tanpa memintamu untuk mengenalku
                                         
                                  selamat siang, pendendang 16316

Hutang menurut kamus bahasa indonesia adalah membayar yang dipinjam atau uang yang pinjam pada orang lain dan emnuntut pembayaran.Senada dengan pengertian diatas bisa dpahami bahwa hutang akan membuat orang menjadi teikat dengan orang lain. Ini yang biasa disebut hutang budi. Hampir semua orang tidak bisa bisa lepas yang namanya balas budi. Dilihat dari kacamata sosial memang halini dibenarkan, setiap manusia adalah makhluk sosial right? dan balas budi adlaha hal yang membuktikan hal tersebut.                Namun jika dilihat dari kacamata psikologi, bergantug pada orang lain adalah salah satu memperkuat eksisitensi manusia. Hal ini senada dengan pendapatnya abraham maslow, dari hakikat kebutuhan manusia menyebutkan bahwa eksistensi diakui dimasyarakat adalah hirarki kebutuhan ke 3.namun hanya orang yang dihutang budi memenuhi hirarki ke 3 terebut.                Dan perlu diingat bahwa menghindari hutang budi adalah salah satu meninggalkan ketergantungan kita pada manusia lain.                Aku juga lagi berusaha untuk tidak tergantung pada siapapun apalagi pada nisa dan fira, 2 orang ini kalo kita berhutang budi, sampe kapan wae di ingat mulu. Q pengennya, mandiri tak bergnantung.Usaha manddiri                :1.       Meminimalkan meminta bantuan2.       Mengerjakan semuanya sendiri3.       Tidak mengeluh4.       Bekerja optimal5.       Mengurangi kontak dengan mereka berdua akan mempermudah hidup.Wanita adalah pengingat luar biasa dalam kesalahan” begitu ucapan mario teguh. Sepertinya pantas menjadi acuan untuk mandiri .jangan berbuat kesalahan adalah solusia terbaik.“Ojo ngomong nek urung ngakoni ya le” ungkapan inin juga menjadi pemacu untuk terus memperbaiki diri. Terus belajar menahan amarah, otomatis sabar.Job yang harus dilakukan              :1.       Menghaal nadhom minhul khariyah2.       Menulis menulis menuli apa yang kau lakukan dan lakukan apa yang kau tulis.3.       Melanjutkan jus 11 sampe 15 kemudian disikmak...4.       Memastikan hapalanUsaha yang masih berjalan1.       Puasa daud2.       Nulis3.       Nderes4.       Baca bukuSaat tulisan ininditulis. Masih berlangsung peperangan antar 2 kubu dan 1 netral.

Kamis, 01 Oktober 2015

aku dan kamu


Aku dan kamu
Ku rasa ...aku benar-benar menyukaimu...bukan...bukan sekedar suka tapi cinta... dengannya timbul harapan besar bersamamu..... mengisi  hari tua ku dengan merawatmu, mengurusmu, entahlah,, itu justru hal yang menyenangkan buat wanita yang mencintai.... mengisi waktu tua dengn menikmati cahaya senja bersamamu,.. meminum teh lalu membicarakan anak-anak kita yang tlah tumbuh dewasa ..dan menemukan takdir hidupnya masing-masing.... semua terasa lengkap.... masa tua yang bahagia...
            Sebelumnya..... setiap pagi membangunkanmu untuk bersama-sama menyembah kepada sang pencipta ,, mengucap beribu rasa syukur menganugrahkan dirimu untukku dan menghadiahkan anak-anak yang luar biasa ... dan semoga kebahagian akan selalu mengelilingi kelaurga ini.
            Saat matahari , mulai menyapa dunia ini dengan kehangatan sinarnya..... kita bersama-sama menyiapkan kebutuhan pangeran dan bidadari  kita.... kau menyuruh sang pangeran bergegas ... aku mulai menata bekal mereka... kau dengan sabar membantu dua perhiasan rumah kita mengenakan seragam sekolahnya.. menyisirnya sambil  menjawab beragam pertanyyan-pertanyyan aneh mereka...
            Setelah kau mengantar mereka...kau membantuku.. membersihkanruamh.. itu yang membuatku begitu menginginkanmu....
            Sinar matahari terasa hangat di kulit.. kau mulai bersiap mandi.... solat duha memohon agar rezeki yang akan kau peroleh di ridloi oleh Nya....  aku menyiapkan kebutuhanmu.. menyiapkan apa yang kan kau kenakan... apa yang kan kau bawa...
            Tak lupa kecupan manis kau hadiahkan ..... sebelum kau berangkat...membiarkan tangamu ku salami.. berharap waktu tak berjalan terlalu lambat.... lambaian tangan sebagai tanda kau benar-benar akan pergi.... aku meperhatikanmu sampai bayangan kendaraanmu tak terliahat di ujung jalan.
            Aku sendiri.. menyiapkan diri untuk mengajar.. jika jam pagi.. otomatis kau akan mengantarku.... namun saat jam kita berlainan.. hanya doa dari jauh menghantar kepergianmu.
            Aku pulang sebelum kau pulang.. .. sebelum anak-anak kami pulang lesnya masing-masing...   kau orang yang amat mementingkan pendidikan... tapi tak melupakan bahwa dunia anak adalh bermain... pangeran kami.. kau sarankan lez sepak bola... karna pangeran kami begitu menyukai kegiatan ini... agar apa yang pangeran kami suka tersalurka dengan baik.. kau mendaftarknya ke academi sepak bola... sedang sang bidadari kami yang menyenangi dunia musik kau sarankan untuk mengambil lez musik.. piano dan biola.. kau membebaskan dua permata kami.. memilih apa yang mereka gemari mencobanya memberi tanggung jawab atas pilihannya.
            Beristirahat sejenak , memejamkan mata..... terbangun saat anak-anak dan kau pulang...  membangunkanku dengan suara tawa mereka .. solat asyar bersama... dan tentu saja kau menjadi imam...,,setelah itu kau membimbing 2 permata hati kami mengaji dengan arahan darimu.. sampai magrib menjelang....  di lanjutkan solat magrib.... di lanjutkan mengerjakan tanggung jawab masing-masing... aku menyiapkan makan malam... yang kadang saat kau tak ada yang harus di kerjakan membantuku malah kadang aku yang kesanny menjadi asistenmu di area yang seharusnya aku kuasai.... dan kadangkala menemani 2 permatahati kami mengerjakan pekerjan rumahnya.. sat semua selesai.... solat isya di laksanakan..
            Makan malam di selingi celotehmereka tentang aktivitas seharian mereka dengan antusias kau mendenarkanny dan sesekali meladeninya... setelah itu..  menonton televisi bersama.... membiarkan 2 permata hati menentukan apa yang di tononton kami berdua hanya sebartas mendampingi... sambil  membicarakan perkembangan 2 permata hati kami...
            Saat malam telah larut kau menemaninya tidur.. membacakan dan kadang menceritakan dongeng-dongeng... yang memnbuat mata mereka berbinar-binar.. dan aku amat yakin mereka kelak menjadi orang yang akan menghargaimu dan amat mencintaimu.... kau menjadi idolanya
            Saat semua terlelap... ini waktu kami.. berbagi cerita apa saja yang kadang tak sadar telah terlelap....
            Dan kuharap.... kau akan di dekaptku selalu... entahlah.. semoga kau jua merasa bahagia di dekatku... keu benar-benar lelaki yang membuat orang lain mudah mencintaimu, mudah menerimamu .. semoga seribu tahun lagi.... hidup dengan senyummu.

                                                                        Terinspirasi dari seorang teman
                                                                                    23.14 (22 mei 2014)