“kehilang
Dia yg selalu memegang tanganku....menggandengnya,,,tak
pernah membarkan sedikitpun tanganku kosong tak di pegangnya... bahkan saat
menyetir.. aku bisa melihat dimatanya... dia amat mencintaiku... sorot matanya
di tambah senyum lembutny saat melakukan itu.... entah itu di jalan, di kafe
saat makan, ... dia selalu menggandeng tanganku... mengapitnya di kedua
tanganya, lalu menyandarkan kepalanya ke bahuu....tapi aku... entahlah....
hanya bisa membalasnya dengan senyum terbaikku, aku masih merasa kosong...
rasanya hambar... tak tau apa ini cinta atau hanya sekedar rasa menghargai cintanya yang begitu besar terhadapku ... ..
kau tau bahkan bukan cuman itu... dalam seminggu pasti ada hari dimana dia
membuatkanku sarapan pagi bahakan sbeum aku bangun ... saat aku bangun bau
masakan menyebar ke penjuru ruangan ..... dia tersenyum melihatku bngun
tidur... mengulurkan handuk lalu mencium pipiku .... di balas senyum bangun
tidurku.... selesai mndi pakian kantorku lengkap dengan segalanya bahkan kunci
mobil di siapkan di atas tempat tidur.... jam tangan, dasi, sabuk, kaos kaki,
sepatu, handpone, dompet,,, dan satu lagi..... dia selalu meninggalkan pesan ,,,” I Love You....tanpa
akhir” dan aku seperti biasa
menanggapinya dengn senyum,,,,, kemudian
membalasnya dengan pesan singkat “
thanks....” ..
Melahap
masakannya , sembari berkirim pesan
padanya.
“
bee,,,” bgitu spanya padaku
“apa.....”
“kamu
mah gtu.....jawab yg romantis ke....”
Dari
kejauhan aku tersenyum.. membacanya... dia selalu menanggapi dengan ceria....
dan itu membuatku suka. .. tapi hanya
suka belum cinta..... dan hal ini yang membuat sobatku berkomentar menyakitkan tentang kebimbanganku
atas senja.. pacarku
“gmana
ren hubunganmu sama senjamu itu louh.... “tanyanya saat kami nongkrong
“hehe...
kenapa,,,?...”
Drrrrdrrr.....hp
ku bergetar...
“dari
dia?”....tanyanya....
Di jawab dengan anggukanku
sembari membalas pesannya....” iya....aku ini juga lagi makan sama aryo.”
“sms apa dia..”
“biasa...alarm makannya
bunyi”jwabku sekenanya
“jangan gitu kamu Ren... aku
aja pengen punya cewe kaya senja, .. bahagia sepanjang hayat aku.... gimana gak
bahagia, dia udah kaya istri di
hidupmu.... buatin sarapan.... memastkan kamu sudah makan atau belum.....
mengatur stiap kebutuhanmu.... mempersiapkan
segala keperluanmu... dia benar-benar
luar biasa . kamu.. kalo masih ragu sama dia nyesel Ren..”
Di jawab hanya
tersenyum.....
Itu terakhir kali aku membicarakannya ...membicarakan
senja..... setengah tahun lalu, hari ini 5 bulan sesudah meninggalnya senja....
sore ini aku menikmati senja bersama senjaku .. di pemakaman umum... hanya
mampu memandangi tanah basah di depanku....yea.... senja meninggal 5 bulan lalu. Kecelakaan saat dia pamit hendak mengunjungi orang tuanya.
Membuatku
menyadari rasa kehilangan, .. 30 menita hanya mampu memandangi tanah basah
ini...tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku.. kenanganku melayang ...
bersamanya,, sesekali mataku berair...menyesali aku yang begitu menyepelekan
cintanya yang begitu besar... dia cinta pertamaku yang bagi senja dalah cinta
terakhirnya...
Skhir-akhir
ini.... setiap pulang kantor aku menyempatkan mengunjunginya..... hanya diam
.... tempat ini menjadi tempat aku menumpahkan segalanya....yang saat senja
masih hidup, aku jarang melakukannya.... “ sore sayang........ kamu baik
kan..aku ingin kau lebih bahagia di sana ....aku hanya ingin kau tahu.... I
love you sampai akhir yang kau ucapakan setiap saat itu....
benar-benar...pembelajaran untuk ku.. bahwa mencintai adalah keputusan... aku tidak
mengatakan hal ini adalah definisi mutlak untuk cinta...setiap orang akan
menemukan definisi cintanya tersendiri... apapun itu, ... cinta pandangan
pertama,... cinta itu menerima... cinta itu pengorbanan.... atau
apalah.....tapi aku menemukan hal lain dalam cintamu.... cinta adalah keputusan
untuk mencntai.. keputusan menerima orang lain menyusup dalam celah hidupmu
yang bahkan kau sendiri tak menyadari celah itu.... itu cinta menurutku.... kau
tau ... sejak kau tak ada aku harus belajar mengurus hidupku sendiri...
termasuk belajar memilih warna dasi dan mengenakannya.... perlu 2 bulan untuk
menjadi mahir... pasti kau senang mendengarny...... tapi sampai sekarang aku
masih belum mahir merapikan apartemenku... apalagi kamarku....dalam proses
belajar memahami diriu sendiri.... benar kata aryo.... aku kehilangan separo
hatiku,,, separo diriku.. yang kau bawa pergi...... dan katanya aku harus
mencari pengganti separo hatiku itu....hmm... aku harap kau tak marah....
oyea... lusa aku mau ke rumahmu.... berkunjung ...katanya mereka kangen bapak
sama ibu... senja bahkan kau rela memberiku 2 orang tuamu... kini aku memiliki
2 orang tua yang selalu mendukungku.... terimakasih.... satu bulan yang
lalu.... aku di kenalkan dengan ponakannya temenya mamah... dia seorang guru
musik .... piano tepatnya.....tanpa sengaja dia mengajari reno anaknya
mr.nikum.. tetangga partemen .. dia baik..cantik,, dewasa.. minggu kemaren
mamah mengundangnya ke rumh...bareng tante.. dan kami berusaha menerima ..
mengenal.... dia dulu hampir menkah
namun di tinggal nikah sama calon suaminya,,, lebih menyekitkan ... dan
sepertinya dia hampir sama sepertiku... menduga dan mengira.... mungkin ini
pangeran yan di kirim tuhan.... dan memutuskan untuk mencintai...
Aku
harap ..... dia lah yang terbaik.... semoga dengannya aku tak menjadikannya
bayanganmu.. yg menuntutnya gar menjadi dirimu yang luar biasa.... senja....
matahari sempurna tenggelam.... aku pamit.. aku harap kau tak kesepian disana..
Sore
itu... aku meningalkan pelataran perkuburan dengan segala rasa yang sulit ku
terjemahkan....
***
“randy......”
teriak mamah di lantai bawah....di rumah ku
“iya
mah.... bentar..” balasku.... mash berusaha mengenakan dasi.. waktu di
perkuburan...senja aku berbohong..bilang kalau aku telah mahir mengenakan
dasi...tak mau membuatnya hawatir...
“rombongan
sudah mau berangkat....” suara mamah membuatku merasa gugup..
***
Di dalam
mobil...
“
dasinya mana ran....”
“hehe...
di saku mah...”dasi tadi tak jadi ku pakai... dasi kumasukan saku celana..
“masa
memplai tak menggunakan dasi....”.komentar adikku
“aku g bisa ....gara-gara
dasi pernikahan g di batalkan kan...”
“iya sie.... Cuma lucu
saja..”
“tenang ran... bentar lagi
ada yang masangin dasi..”
Kalimatnya membuatku
teringat senja...... senja.. hari ini aku memulai hidup baruku.....terimakasih
tuk semuanya...
***
Banyaknya tamu membuatku
jengah ... suasananya panas.... capek... tapi demi melihat senyum para keluarga
dan tamu.... aku masih berdiri di tenga ruangan menyalami mereka2 yang turut
serta mendoakan ku... dan mentari..istriku..namanya mentari.... ia cantik..
senyumnya sehangat namanya...
“kenapa ran..?” tanyanya
tiba-tiba...melihatku menatapnya
“hehe... hanya terpesona
melihat bidadari mana yang di depanku..”jawabku sekenanya..
Di jawab dengan senyum
malunya....
“dasimu mana.......”
“di saku....hehe....”
“knpa gak di pakai....?
“hehe..gak bisa pakai..
terlalu ribet....”jawabku sekenanya,,,
“sini mana
dasinya,,,”tiba-tiba
ku serahkan dasi berwarna biru muda .... tanganya dengan
cekatan memakaikannya d leherku.... wajahnya yang berjarak beberapa
jengkal...dan wangi tubuhnya... membuatku nyaman berada di sisinya....
“tanks...”
***
Hari ini
pulang kantor .. tak langsung pulang ke apartemen.. dia istriku memintaku
menemaninya membeli beberapa pelengkapan apartemen..
Sesampainya di pintu masuk.... dia melambaikan tanga di
lantai 2... akupun menuju ke arahnya,,,
“g
tersesat kan...?”
Di jawab
olehku denga mengangkat telepon genggam... dia meninju bahuku...
dia
berjalan didepanku... aku menyusulnya,, dan kemudian menggandeng tangganny
“mulai
sekarang.... takan ku biarkan tangamu kosong tanpa tanganku....”
Dia tersenyum.... kemuduan menyandrkan kepalanya di
bahuku....
Sssttt............
wanita.. jka sudah merasa nyaman. Dengan lelaki.. dia akan menyandarkan
kepalana dibahumu....
Entahlah, haruskah cinta itu
melalui fase kehilangan sepertiku, yang
jelas cinta adlah proses pendewasaaan diri, mengembangkan diri, menerima orang
lain menyusup dalam hidup kita. Pembelajaran tanpa batas mencintai orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar